Tuesday, 3 April 2012

Bandung Fashion History: Braga 

 

 Bagi kalian orang Bandung, pasti sudah tidak asing lagi dengan Jalan Braga! Ya, dari dulu Jalan Braga memang sudah dikenal dan menarik perhatian banyak orang. Pada tahun 1874, sebelum berganti nama menjadi Braga, kawasan ini lebih dikenal dengan Jalan Pedati. Alasannya karena banyaknya pedati yang melalui jalan ini untuk mengirim kopi dari perkebunan  di kaki gunung Tangkubanprahu menuju Batavia melalui Jalan Raya Pos (sekarang Jalan Asia Afrika).

Namun seiring berjalannya waktu, jalan ini mulai dipadati oleh rumah penduduk. Namanya pun ikut berganti menjadi Jalan Braga, seperti yang kita kenal hingga saat ini. Pada tahun 20-an, Jalan Braga mulai memasuki masa jayanya terutama bagi para pecinta fashion! Berbagai pertokoan  dengan tren pakaian Paris dan Belanda ada di jalan ini, seperti Au Bon Marché, Onderling Blang, dan Kellers Mode Magazijn. Menarik bukan?

Salah satu toko yang banyak menarik perhatian adalah Au Bon Marché  yang dibuka oleh A.Makkinga dan diambil dari nama salah satu toko ternama di Paris, Le Bon Marché. Au Bon Marché yang berarti ‘belanja murah’ ini sangat up-to-date dengan pakaian yang sedang tren di Paris. Padahal, pakaian yang dijual tidaklah murah dan sangat berbeda jauh dari arti nama toko ini. Sehingga toko ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang dari kalangan atas.



Sayangnya, Au Bon Marché kini tidak lagi ada di Jalan Braga, berbeda dengan toko Le Bon Marché di Paris yang masih terjaga eksistensinya hingga kini. Ada juga toko pakaian bernama “Onderling Belang” yang berarti “saling perhatian” milik M. H.J.M. Koch yang merupakan cabang kedua dari pusat di Amsterdam. Pada masa nasionalisasi oleh Presiden Soekarno, nama toko ini diubah menjadi Sarinah. 

Bila kalian melewati Jalan Braga pasti kalian pernah melewati sebuah gedung tua dengan logo “Sarinah”. Ya sayangya gedung itupun juga tinggal sejarah. Walaupun sekarang masih tersisa beberapa toko pakaian di Jalan Braga, namun hal ini sangat berbeda dengan kondisi pada tahun 20-an.

Kondisi ini memang sangat disayangkan. Seharusnya, Jalan Braga bisa dipelihara dengan baik dan dikembalikan seperti masa jayanya dengan banyaknya pertokoan yang menjual karya anak muda Bandung.

  Bandung Fashion History: Jeans dan Cihampelas

 

 

Cihampelas merupakan kawasan yang terkenal sebagai pusat jeans di kota Bandung. Pada awalnya, kawasan Cihampelas merupakan pemukiman orang Eropa dengan gedung berarsitektur Belanda. Setelah berakhirnya masa penjajahan, pemukiman tersebut kembali berpindah tangan baik melalui sistem sewa maupun beli. Hingga akhirnya pada 1987, seorang pengusaha mencoba untuk mendirikan sebuah toko jeans. Toko jeans yang dibuatnya berhasil mendapat sambutan yang baik, sehingga ia mengajak rekan-rekannya untuk membuka usaha di tempat ini.

Memasuki tahun 1990-an, kawasan Cihampelas semakin terkenal sebagai pusat jeans di kota Bandung yang tak pernah sepi pengunjung. Jeans Cihampelas terkenal dengan daya tahannya, selain itu harga yang ditawarkanjuga cukup terjangkau.

Jeans yang diproduksi  langsung oleh penjualnya ini, biasanya dijual dengan kisaran harga antara Rp 75.000 – Rp 300.000 saja. Murah bukan? Bukan cuma itu keistimewaan dari berbelanja jeans di Cihampelas. Jika jeans yang baru dibeli terasa panjang, kalian bisa langsung memotongnya di sini. Ya, jeans yang baru dibeli dapat dipermak langsung hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 – Rp 25.000an dalam waktu sekitar 1 – 3 jam, kalian bisa mendapatkan potongan jeans yang sesuai dengan keinginan kalian!

Sayangnya kini produk-produk impor juga dijual di pusat jeans Cihampelas. Oleh karena itu, mari kita sama-sama dukung jeans asli produksi Cihampelas. Dengan demikian, jeans asli produksi Cihampelas tidak tergantikan :).