Bandung Fashion History: Braga
Bagi kalian orang Bandung, pasti sudah tidak asing lagi dengan Jalan Braga! Ya, dari dulu Jalan Braga memang sudah dikenal dan menarik perhatian banyak orang. Pada tahun 1874, sebelum berganti nama menjadi Braga, kawasan ini lebih dikenal dengan Jalan Pedati. Alasannya karena banyaknya pedati yang melalui jalan ini untuk mengirim kopi dari perkebunan di kaki gunung Tangkubanprahu menuju Batavia melalui Jalan Raya Pos (sekarang Jalan Asia Afrika).
Namun seiring berjalannya
waktu, jalan ini mulai dipadati oleh rumah penduduk. Namanya pun ikut
berganti menjadi Jalan Braga, seperti yang kita kenal hingga saat ini.
Pada tahun 20-an, Jalan Braga mulai memasuki masa jayanya terutama bagi
para pecinta fashion! Berbagai pertokoan dengan tren pakaian Paris dan Belanda ada di jalan ini, seperti Au Bon Marché, Onderling Blang, dan Kellers Mode Magazijn. Menarik bukan?
Salah satu toko yang banyak menarik perhatian adalah Au Bon Marché yang dibuka oleh A.Makkinga dan diambil dari nama salah satu toko ternama di Paris, Le Bon Marché. Au Bon Marché yang
berarti ‘belanja murah’ ini sangat up-to-date dengan pakaian yang
sedang tren di Paris. Padahal, pakaian yang dijual tidaklah murah dan
sangat berbeda jauh dari arti nama toko ini. Sehingga toko ini hanya
bisa dinikmati oleh orang-orang dari kalangan atas.
Sayangnya, Au Bon Marché kini tidak lagi ada di Jalan Braga, berbeda dengan toko Le Bon Marché di Paris yang masih terjaga eksistensinya hingga kini. Ada juga toko pakaian bernama “Onderling Belang” yang berarti “saling perhatian” milik M. H.J.M. Koch yang merupakan cabang kedua dari pusat di Amsterdam. Pada masa nasionalisasi oleh Presiden Soekarno, nama toko ini diubah menjadi Sarinah.
Bila kalian melewati Jalan
Braga pasti kalian pernah melewati sebuah gedung tua dengan logo
“Sarinah”. Ya sayangya gedung itupun juga tinggal sejarah. Walaupun
sekarang masih tersisa beberapa toko pakaian di Jalan Braga, namun hal
ini sangat berbeda dengan kondisi pada tahun 20-an.
Kondisi ini memang sangat
disayangkan. Seharusnya, Jalan Braga bisa dipelihara dengan baik dan
dikembalikan seperti masa jayanya dengan banyaknya pertokoan yang
menjual karya anak muda Bandung.
Bandung Fashion History: Jeans dan Cihampelas
Cihampelas
merupakan kawasan yang terkenal sebagai pusat jeans di kota Bandung. Pada
awalnya, kawasan Cihampelas merupakan pemukiman orang Eropa dengan gedung
berarsitektur Belanda. Setelah berakhirnya masa penjajahan, pemukiman tersebut
kembali berpindah tangan baik melalui sistem sewa maupun beli. Hingga
akhirnya pada 1987, seorang pengusaha mencoba untuk mendirikan sebuah toko
jeans. Toko jeans yang dibuatnya berhasil mendapat sambutan yang baik, sehingga
ia mengajak rekan-rekannya untuk membuka usaha di tempat ini.
Memasuki
tahun 1990-an, kawasan Cihampelas semakin terkenal sebagai pusat jeans di kota
Bandung yang tak pernah sepi pengunjung. Jeans Cihampelas terkenal dengan daya
tahannya, selain itu harga yang ditawarkanjuga cukup terjangkau.
Jeans yang
diproduksi langsung oleh penjualnya ini,
biasanya dijual dengan kisaran harga antara Rp 75.000 – Rp 300.000 saja. Murah
bukan? Bukan cuma itu keistimewaan dari berbelanja jeans di Cihampelas. Jika
jeans yang baru dibeli terasa panjang, kalian bisa langsung memotongnya di
sini. Ya, jeans yang baru dibeli dapat dipermak langsung hanya dengan
mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 – Rp 25.000an dalam waktu sekitar 1 – 3
jam, kalian bisa mendapatkan potongan jeans yang sesuai dengan keinginan
kalian!

